Get Adobe Flash player

Menanamkan Nilai-nilai Karakter Pada Anak

karakter Karakter merupakan kumpulan nilai-nilai baik yang menjadi landasan atau pedoman sikap dan perilaku seseorang. Karakter memiliki nilai-nilai atau virtues karakter yang dianggap baik atau buruk secara universal. Untuk menumbuhkan karakter yang baik ini diperlukan pendidikan karakter. Pendidikan karakter (Megawangi-2004) adalah suatu usaha mendidik anak-anak agar bijaksana dan berkontribusi positif terhadap lingkungan. Karakter-karakter ini juga akhirnya membentuk kecerdasan moral. Kecerdasan moral terbentuk karena adanya perkembangan moral yang baik. Menurut Santrock (2007), perkembangan moral melibatkan perubahan pemikiran, perasaan, dan perilaku berdasarkan standar benar dan salah. Perkembangan moral sendiri menyangkut intrapersonal dan interpersonal.

Dalam pendidikan karakter terdapat beberapa komponen penting yang harus ditekankan. Pendidikan karakter Lickona (1992) dalam Megawangi (2009), menekankan tiga komponen untuk membentuk karakter yang baik, yaitu moral knowing, moral behavior dan moral feeling. Moral knowing terkait dengan kesadaran moral, pengetahuan mengenai nilai-nilai moral, perpective-taking, moral reasoning, pengambilan keputusan, dan self knowledge. Moral feeling merupakan aspek yang harus ditanamkan terkait dengan dorongan atau sumber energi dalam diri manusia untuk bertindak sesuai prinsip-prinsip moral. Sedangkan moral action adalah bagaimana pengetahuan mengenai nilai-nilai moral tersebut diwujudkan dalam aksi nyata. Penanaman nilai-nilai pun harus dilakukan sejak dini. Menurut Kartini (2011) dalam Yuliantoro, jika sejak usia dini anak tidak diajarka nilai-nilai budi pekerti maka jika anak menginjak usia dewasa akan mengembangkan sikap destruktif atau cenderung ke arah brutal. Pertanyaannya, nilai-nilai apa saja yang harus ditanamkan kepada anak untuk membentuk karakter yang baik? Lalu, bagaimana menginternalisasi nilai-nilai tersebut, baik di rumah maupun di sekolah?

Pertama, nilai yang harus diajarkan adalah nilai yang akan menjadi pedoman hidup bagi manusia, yaitu agama. Agama merupakan pedoman kehidupan yang mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan manusia. Jadi, jika seseorang telah memiliki dasar agama yang baik, maka nilai-nilai yang lain akan mudah diterima dan diterapkan.
Kedua, tanggung jawab, mandiri, disiplin, dan jujur. Nilai-nilai ini penting agar anak nantinya bisa mandiri, disiplin dan bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan pada apa yang ia lakukan.
Ketiga, menghormati dan menghargai orang lain.
Keempat, etika dan sopan santun.
Kelima, berbagi, kasih sayang, rendah hati.
Keenam, gotong royong, saling tolong menolong. Nilai-nilai tersebut penting agar anak nantinya bisa berinteraksi social dengan baik, memiliki sikap empati, dan tidak egosentris.
Dan yang terakhir, adalah kreatif, percaya diri, pekerja keras. nilai yang terakhir ini dapat menuntun sang anak agar ia tidak mudah putus asa, mampu mencari jalan keluar dari suatu masalah, dan memiliki motivasi yang tinggi.

Les pelajaran untuk anak

anak-sdSaat ini banyak siswa sekolah yang mengikuti kegiatan les pelajaran, timbul pertanyaan dibenak orang tua apakah bila tidak diikutkan les maka nilai anak tersebut akan kurang ? akankah kemampuan anak seimbang dengan teman-temannya ? Cara penanggulangan masalah ini, kita harus memahami secara mendalam sebab dari pelajaran anak yang kurang baik, mengambil tindakan sesuai dengan keadaan nyata, bukan secara membabi buta memberikan les untuk anak.

Selalu menambah waktu belajar anak, membuat anak tidak memiliki waktu untuk mencerna pengetahuannya. Karena saya dan suami berdua harus pergi bekerja, maka terpaksa membiarkan dua anak saya setelah selesai menerima pelajaran di sekolah SD, dilanjutkan ke tempat les pelajaran.

Pada mulanya, saya mengundang seorang guru pribadi untuk memberikan dia les, setiap minggu dua kali, memperkuat pelajaran matematikanya yang agak lemah.

Setelah diamati selama satu semester, merasakan hasilnya agak kurang memuaskan, kemudian saya memutuskan untuk memberhentikan guru les, dan saya sendiri yang mengajarnya.

Sifat anak kami ini agak menyepelekan permasalahan, waktu ujian tidak pernah tegang, juga tidak pernah membuka buku atas kemauan sendiri, maka nilai pelajaran dalam sekolah acapkali mengalami naik dan turun secara drastis, pelajaran yang dia ulang pelajari, nilai ujiannya bagus, yang tidak diulang, nilainya akan sangat jelek sekali.

(bersambung)

Sekolah

Kata sekolah berasal dari bahasa Yunani yaitu skho·le´ yg berarti “waktu terluang”. Namun dapat juga diartikan menggunakan waktu luang untuk kegiatan belajar. Belakangan kata ini digunakan untuk menunjukkan tempat diselenggarakan kegiatan belajar. Memang pada masa awal kegiatan belajar di tempat khusus seperti ini hanya bisa dinikmati oleh golongan kaya di Yunani. Demikian juga pada zaman dahulu di negeri-negeri lainnya, kegiatan belajar di sekolah hanya bisa dinikmati oleh golongan elit saja.

Saat ini, pendidikan di sekolah telah dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan golongan. Berbagai sekolah didirikan untuk menjadi tempat atau sarana pendidikan bagi anak. Berbagai kurikulum juga dikembangkan untuk sekolah agar dapat membantu anak memiliki cara belajar yang baik dan bermutu. Bagi sebagian besar masyarakat, mereka bisa mendapatkan pendidikan umum di sekolah dengan mudah. Yang termasuk pendidikan umum adalah pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Beberapa jenjang pendidikan yang ada di berbagai sekolah di Indonesia yaitu:

 

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD adalah jenjang pendidikan paling awal. Jenjang pendidikan ini memang tidak wajib diikuti seorang anak, mengingat orang-tua juga memiliki kemampuan penuh untuk melakukannya. Pada jenjang ini, anak akan dibina agar siap memasuki pendidikan umum. Karena itu, pada jenjang ini lebih ditekankan untuk merangsang pikiran anak dan perkembangan jasmani seorang anak.

  • Usia: 0 – 6 tahun

 

Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar adalah pendidikan yang wajib diikuti seorang anak selama 9 tahun. Pendidikan ini merupakan awal dari pendidikan seorang anak karena melatih seorang anak untuk membaca dengan baik, mengasah kemampuan berhitung serta berpikir. Pendidikan dasar mempersiapkan seorang anak untuk memasuki jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar umumnya dibagi menjadi 2 tahap, yaitu 6 tahun pertama di kelas 1 sampai 6. Kemudian dilanjutkan tahap berikutnya pada kelas 7 sampai 9 selama 3 tahun.Usia: mulai usia 7 tahun

  • Contoh pendidikan dasar tahap pertama (6 tahun): Sekolah Dasar (SD)
    Contoh pendidikan dasar tahap kedua (3 tahun): Sekolah Menengah Pertama (SMP)